Samarinda – Telkomsel melayangkan protes ke operator
seluler Malaysia, Maxis, terkait kekuatan daya pancar sinyal dari BTS
Maxis di Tawau Malaysia yang dinilai mengganggu kelancaran komunikasi
pelanggan Telkomsel di perbatasan Kaltim dan Tawau.

Pada
pertemuan di Bandung, Desember 2011 lalu, Telkomsel sejatinya telah
melakukan pertemuan dengan operator selular asal Negeri Jiran itu. Dalam
kesempatan tersebut, Telkomsel resmi menyampaikan protesnya kepada
Maxis, yang dinilai memiliki kekuatan pancaran sinyal terlampau kuat di
perbatasan Kaltim dan Tawau, Malaysia.

“Tahun 2011, kami banyak
menerima keluhan dari pelanggan. Banyak layar ponsel pelanggan, justru
tertulis operator Maxis Malaysia, meski faktanya sedang menggunakan
kartu Telkomsel,” kata Head of ICT Network Management Kalimantan
Division, Marfani, kepada wartawan di Excelso Coffee, Jl Bhayangkara,
Samarinda, Rabu (7/3/2012) sore WITA.

Diakui Marfani, masuknya
sinyal Maxis di layar pelanggannya, disebabkan lantaran sinyal down di
sejumlah titik BTS Telkomsel yang berada di Pulau Sebatik dan Nunukan
yang berdekatan dengan Tawau, Malaysia.

Akibatnya, jika
menggunakan layanan Maxis meski berada di wilayah Indonesia, pelanggan
Telkomsel dikenakan tarif lebih mahal mengingat berada dalam layanan
roaming.

“Dalam pertemuan itu, disepakati joint instrument antara
kami (Telkomsel-red.) dan Maxis. Maxis bersedia untuk menurunkan
kekuatan pemancar yang ada di BTS mereka di Tawau, begitu juga
sebaliknya dengan Telkomsel,” ujar Marfani.

Meski begitu, edukasi
terhadap pelanggan yang berada di perbatasan pun tetap dilakukan.
Edukasi yang dimaksud adalah meminta pelanggan untuk melakukan setting
jaringan pada ponsel mereka dalam posisi jaringan manual.

“Sejauh ini, pasca joint instrument itu, sementara tidak ada komplain serupa dari pelanggan kami,” klaimnya.

Saat
ini, di perbatasan Kaltim dan Malaysia, telah berdiri 15 BTS Telkomsel,
dimana 7 di antaranya merupakan BTS Node-B untuk mengakomodir layanan
3G.

“Kami mengapresiasi keinginan pelanggan, saat berada di
perbatasan, untuk menggunakan layanan data. BTS Node-B itu, tahun ini
juga akan ditambah,” sebut Marfani.

Di Kalimantan, Telkomsel
telah mengoperasikan sekitar 2.780 BTS 2G dan sekitar 750 BTS Node-B,
dengan jumlah pelanggan terkini mencapai 11 juta pelanggan, dimana 4
juta di antaranya merupakan pelanggan di Kaltim.

“Untuk di Kaltim, kami mengoperasikan 700 BTS 2G dan sekitar 380 BTS Node-B,” tutupnya.

Sumber: http://inet.detik.com/read/2012/03/07/171158/1860643/328/diganggu-sinyal-operator-malaysia-telkomsel-protes

By 9M2PJU

Amateur radio operator from Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *